Kenalan dengan ATLAS
Ada sebuah program baru bernama ATLAS, singkatan dari Advancing Trust for Legal Access and Safety.
Program ini dibuat oleh Yayasan Amerta Reksa Kayana (A R K). A R K bekerja sama dengan teman-teman dari PDY, singkatan dari Pelangi Disabilitas Yogyakarta.

Kadang, ada orang yang merasa tidak aman ketika ingin mengakses aplikasi yang dimiliki oleh pemerintah. Ruang yang seharusnya aman untuk mereka melakukan pengaduan, namun disaat yang sama apakah rasa aman itu benar terjamin? Rasa tidak aman ini bisa muncul karena mereka disabilitas. Bisa juga karena mereka bagian dari kelompok minoritas gender.
Itulah mengapa progam ini kemudian hadir, A R K dan PDY ingin tahu, apa saja yang membuat orang merasa tidak aman, dan kenapa itu bisa terjadi.
Untuk mencari tahu, A R K tidak bekerja sendiri. Teman-teman dari PDY ikut langsung dalam program ini. Mereka bukan hanya “diteliti” dari jauh. Mereka ikut duduk bersama, ngobrol, dan bercerita tentang pengalaman mereka sendiri. Istilahnya adalah diskusi multipihak (banyak pihak).

Jadi, tim ARK dan teman-teman PDY akan bertemu beberapa kali. Dalam pertemuan itu, mereka ngobrol santai sambil berbagi cerita. Semua cerita ini kemudian ditulis menjadi satu dokumen. Istilahnya yaitu mendokumentasikan hasil dari pertemuan dengan teman-teman semua. Sebelum dokumen ini dipakai, teman-teman akan membacanya dulu. Mereka boleh memberi masukan. Mereka juga yang memutuskan apakah dokumen ini sudah benar dan siap dibagikan.
Setelah dokumen selesai dan disetujui, dokumen ini akan dibagikan kepada orang-orang lain, yang disebut sebagai stakeholder, yaitu pemangku kepentingan. Dokumen ini akan sampai ke pemerintah, ke wartawan, dan ke organisasi disabilitas lainnya. Tujuannya supaya banyak orang tahu tentang masalah ini, dan supaya keadaan bisa menjadi lebih baik untuk semua orang.

Program ATLAS ini penting karena selama ini, jarang ada yang bertanya langsung kepada teman-teman disabilitas tentang apa yang mereka rasakan. Lewat ATLAS, suara mereka akhirnya didengar. Bukan orang lain yang bicara mewakili mereka. Mereka sendiri yang bicara, dan cerita mereka yang dipakai untuk membuat perubahan.
Oh ya, terima kasih kepada Digital Democracy Initiative yang telah mendanai program ATLAS ini melalui CIVICUS dan Yayasan TIFA. Tanpa mereka, program ATLAS tidak akan ada!







