Perubahan Iklim Dan Dampaknya Bagi Teman-Teman Dengan Disabilitas
Artikel ini ditulis dengan bahasa yang sederhana
1. Apa itu Perubahan Iklim?
Bumi kita sedang bertambah panas. Ini disebut perubahan iklim.
Cuaca menjadi tidak menentu. Kadang sangat panas. Kadang banjir besar. Kadang angin topan yang kuat.
Perubahan iklim terjadi karena manusia banyak membakar bahan bakar seperti bensin dan batu bara. Ini membuat udara Bumi semakin panas dari tahun ke tahun.

2. Kenapa Teman Disabilitas Lebih Berisiko?

Semua orang terkena dampak perubahan iklim. Tetapi teman-teman disabilitas biasanya terkena dampak yang lebih berat.
Menurut Kantor PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), ada 3 alasan utama:
- Banyak teman disabilitas hidup dalam kemiskinan.
- Teman disabilitas sering mendapat stigma, yaitu dipandang rendah atau dikucilkan.
- Teman disabilitas sering tidak dilibatkan saat pemerintah membuat rencana atau kebijakan.
Jurnal ilmiah The Lancet Global Health juga menjelaskan bahwa saat terjadi bencana alam, jumlah orang disabilitas yang meninggal bisa 4 kali lebih banyak dibanding orang tanpa disabilitas. Ini terjadi karena kurangnya informasi yang mudah dipahami, kurangnya alat bantu evakuasi, dan sikap yang tidak ramah dari sebagian orang.
3. Dampak untuk Setiap Ragam Disabilitas
Disabilitas Fisik (Kesulitan Bergerak)

Saat terjadi banjir atau kebakaran, teman-teman yang menggunakan kursi roda atau alat bantu jalan bisa kesulitan untuk cepat menyelamatkan diri.
Menurut lembaga kemanusiaan Humanity & Inclusion, jalan yang rusak, tangga, dan kendaraan evakuasi yang tidak ramah kursi roda membuat proses menyelamatkan diri menjadi lebih sulit.
Disabilitas Sensorik (Netra dan Rungu)

Saat ada bahaya, biasanya ada suara sirene atau pengumuman. Teman-teman Tuli mungkin tidak mendengar peringatan ini.
Teman-teman Netra mungkin kesulitan melihat rambu petunjuk arah menuju tempat aman.
Sebuah tinjauan ilmiah di jurnal ScienceDirect menemukan bahwa teman-teman disabilitas sensorik sering kurang diprioritaskan saat proses penyelamatan bencana.
Disabilitas Intelektual

Saat terjadi bencana, instruksi sering diberikan dengan cepat dan menggunakan kata-kata yang sulit.
Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang disabilitas menyebutkan bahwa teman-teman dengan disabilitas intelektual menghadapi risiko lebih besar saat bencana, karena instruksi evakuasi sering tidak dibuat dengan bahasa yang mudah dipahami.
Perubahan rutinitas yang tiba-tiba (misalnya harus pindah rumah karena banjir) juga bisa membuat perasaan cemas dan bingung.
Kondisi Kesehatan Tertentu

Cuaca yang sangat panas berbahaya bagi teman-teman dengan cedera saraf tulang belakang, karena tubuh mereka lebih sulit mengeluarkan keringat untuk menjadi dingin.
Saat listrik padam akibat cuaca ekstrem, alat bantu kesehatan seperti mesin oksigen atau alat cuci darah bisa berhenti bekerja. Ini menurut lembaga Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA).
4. Contoh Nyata di Dunia

Saat Badai Katrina melanda Amerika Serikat, sekitar 155.000 orang dengan disabilitas terkena dampak yang sangat berat. Banyak dari mereka kesulitan untuk mengungsi tepat waktu.
Program Lingkungan PBB (UNEP) mencatat bahwa hanya 1 dari 4 orang disabilitas yang bisa dengan mudah mengikuti instruksi evakuasi saat bencana terjadi.
5. Apa yang Bisa Dilakukan?
Kabar baiknya, banyak hal bisa dilakukan supaya teman-teman disabilitas lebih aman:
- Pemerintah membuat informasi bencana dengan bahasa yang sederhana, gambar, dan bahasa isyarat.
- Tempat pengungsian dibangun dengan ramp (jalur landai), bukan hanya tangga.
- Teman-teman disabilitas dilibatkan sejak awal saat membuat rencana keselamatan bencana.
- Keluarga dan komunitas menyiapkan rencana keselamatan sendiri, misalnya: kemana harus pergi, siapa yang membantu, dan barang apa yang perlu dibawa.
OHCHR menegaskan bahwa suara dan keterlibatan teman-teman disabilitas sangat penting dalam membuat keputusan tentang perubahan iklim, bukan hanya sebagai pihak yang dibantu, tetapi juga sebagai pengambil keputusan.

6. Kesimpulan
Perubahan iklim membuat cuaca semakin ekstrem. Teman-teman disabilitas, termasuk disabilitas fisik, sensorik, intelektual, dan kondisi kesehatan tertentu, menghadapi risiko yang lebih besar.
Dengan informasi yang mudah dipahami, tempat yang ramah akses, dan pelibatan penuh, teman-teman disabilitas bisa lebih aman menghadapi perubahan iklim.
Sumber
- OHCHR (Kantor PBB untuk Hak Asasi Manusia) โ “The impact of climate change on the rights of persons with disabilities”, ohchr.org
- OHCHR โ “Persons with disabilities disproportionately affected by climate change”, ohchr.org
- UNEP (Program Lingkungan PBB) โ “How climate change disproportionately impacts those with disabilities”, unep.org
- Humanity & Inclusion โ “How climate change affects people with disabilities”, hi.org
- The Lancet Global Health โ “Climate change and the right to health of people with disabilities”, thelancet.com
- US EPA (Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat) โ “Climate Change and the Health of People with Disabilities”, epa.gov
- ScienceDirect (jurnal ilmiah) โ “Health impacts of climate-change related natural disasters on persons with disabilities in developing countries”, sciencedirect.com




