Guru dan murid yang inklusi

Menghargai Keberagaman: Setiap Orang Berhak Diperlakukan Setara

Setiap Orang Itu Unik

Setiap manusia lahir dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang tinggi, ada yang pendek. Ada yang suka warna merah, ada yang suka warna biru. Perbedaan ini adalah hal yang wajar dan alami.

Sama seperti itu, setiap orang juga punya cara yang berbeda dalam:

  • Mengenali dan mengekspresikan dirinya sendiri
  • Menjalani hubungan dan kasih sayang dengan orang lain
  • Menampilkan diri melalui penampilan dan gaya sehari-hari

Perbedaan ini bukan sesuatu yang salah. Ini adalah bagian dari keberagaman manusia yang sudah ada sejak dulu, di semua tempat di dunia.

Wayang orang Arjuna

ilustrasi: Wayang orang Arjuna selalu diperankan oleh perempuan untuk menggambarkan Arjuna yang sangat tampan.


Mengapa Keberagaman Perlu Dihormati?

Semua orang, tanpa terkecuali, punya martabat dan hak yang sama sejak lahir.

pemuda dibully rekan-rekan sekolahnya

ilustrasi: pemuda memakai tas berwarna pink diejek teman-temannya.

Ini adalah prinsip dasar yang tertulis dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB: semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat serta hak-hak yang sama.

Menghormati keberagaman berarti:

  • Tidak menghakimi orang lain karena mereka berbeda dari kebanyakan
  • Memberi kesempatan yang sama kepada semua orang untuk hidup aman
  • Memastikan semua orang bisa mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan tanpa dibeda-bedakan
  • Memperlakukan setiap orang dengan hormat, apa pun latar belakangnya

Keberagaman dan Prinsip Gedsi

A R K Foundation berpedoman pada prinsip Gedsi (Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial) dalam setiap program dan kegiatan.

Prinsip ini berarti:

  1. Kesetaraan โ€” Semua orang punya kesempatan yang sama, tanpa memandang latar belakang.
  2. Tidak Ada Diskriminasi โ€” Tidak ada seorang pun yang boleh dijauhi, dihina, atau disakiti karena perbedaan yang mereka miliki.
  3. Partisipasi Penuh โ€” Semua orang berhak dilibatkan dan didengar suaranya dalam masyarakat.
  4. Perlindungan โ€” Kelompok yang rentan berhak mendapat perlindungan ekstra agar hak mereka tetap terjaga.

Prinsip ini sejalan dengan berbagai kerangka hak asasi manusia internasional, termasuk yang dianjurkan oleh badan-badan PBB seperti Unicef, UNDP, dan Kantor PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR).

Untuk membaca artikel sebelumnya yang berjudul “GEDSI: Memastikan Tidak Ada yang Tertinggal” silahkan klik di sini ya.

Sekolah harus ramah GEDSI

ilustrasi: seorang guru mengajarkan GEDSI tanpa mendiskriminasi peserta didiknya.


Guru mendengar keluh kesah remaja dengan GEDSI berbeda

ilustrasi: Guru mendengarkan keluh kesah siswa dengan ekspresi gender tertentu, tanpa menghakimi siswa tersebut.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

  • Mendengarkan dan tidak menghakimi orang yang berbeda dari kita
  • Tidak menyebarkan ujaran kebencian atau perlakuan buruk kepada siapa pun
  • Mendukung layanan dan kebijakan yang inklusif bagi semua kalangan
  • Terus belajar untuk lebih memahami dan menghargai keberagaman di sekitar kita

Ringkasan

  • Setiap orang memiliki keunikan dan cara yang berbeda dalam mengenali serta mengekspresikan dirinya.
  • Semua manusia lahir dengan martabat dan hak yang sama.
  • Prinsip Gedsi mengajak kita untuk mendukung kesetaraan, inklusi, dan perlindungan bagi semua orang, tanpa kecuali.

Untuk membaca artikel mengenai “Gender: Lebih dari Sekadar Laki-Laki atau Perempuan’ silahkan klik di sini ya.


Sumber

  1. United Nations. Universal Declaration of Human Rights, Pasal 1. un.org
  2. UNICEF. Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) Guidance. unicef.org
  3. Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR). Publications on Human Dignity and Non-Discrimination. ohchr.org
  4. United Nations Development Programme (UNDP). Leaving No One Behind: Gender Equality, Disability and Social Inclusion. undp.org

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *