Asesmen Pengetahuan dan Pemahaman terkait HIV pada Penyandang Disabilitas di 8 Wilayah
Ringkasan Eksekutif
Meskipun data terkait HIV pada penyandang disabilitas sangat terbatas, namun semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa mereka cenderung mengalami faktor-faktor yang membuat mereka berisiko tertular HIV dibandingkan dengan non-disabilitas. Penyandang disabilitas berisiko terinfeksi HIV karena berbagai alasan, di antaranya adalah kurang dianggap sebagai prioritas atau mungkin tidak diberikan materi pendidikan dan informasi, serta layanan HIV yang mudah diakses.
Asesmen awal ini bertujuan untuk membantu menyediakan bukti dalam pengembangan kebijakan penguatan layanan HIV di Indonesia. Secara khusus, tujuan asesmen ini adalah:
- Memetakan pengetahuan, persepsi, dan faktor risiko HIV pada penyandang disabilitas
- Menggali faktor-faktor yang mendukung dan menghambat aksesibilitas penyandang disabilitas ke layanan pencegahan, perawatan, dan dukungan terkait HIV
- Mengidentifikasi kebutuhan spesifik layanan HIV untuk penyandang disabilitas
Asesmen ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kajian literatur untuk menjawab tujuan penelitian. Pendekatan kuantitatif dirancang untuk bisa mendapatkan gambaran secara umum mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait risiko HIV pada penyandang disabilitas yang diturunkan ke dalam tujuh domain, yaitu 1) Karakteristik demografi; 2) Pengetahuan HIV; 3) Sikap terhadap HIV; 4) Perilaku berisiko HIV; 5) Keterpaparan terhadap layanan HIV; 6) Perilaku mencari kesehatan termasuk HIV; 7) Kelayakan strategi HIV untuk penyandang disabilitas. Sedangkan kajian literatur digunakan untuk memahami situasi disabilitas dalam konteks HIV.


