Apa itu Kekerasan Berbasis Gender?
Artikel ini ditulis dengan bahasa yang mudah, supaya semua teman-teman disabilitas bisa memahami dan ikut menjaga diri.
1. Apa itu Kekerasan?
Kekerasan adalah perbuatan yang menyakiti orang lain.

Kekerasan bisa menyakiti tubuh. Kekerasan juga bisa menyakiti perasaan. Kekerasan juga bisa membuat orang takut.
- Memukul, mencubit, atau melukai tubuh orang lain
- Membentak, menghina, atau mengejek orang lain
- Mengancam supaya orang lain takut
- Memaksa orang lain melakukan sesuatu yang tidak ia mau
Kekerasan itu salah. Setiap orang berhak merasa aman.
2. Apa itu Gender?

Gender adalah aturan yang dibuat masyarakat tentang bagaimana laki-laki dan perempuan “seharusnya” bersikap.
Contohnya, banyak orang berpikir laki-laki harus kuat dan tidak boleh menangis. Banyak orang berpikir perempuan harus lembut dan mengurus rumah.
Padahal, setiap orang boleh punya sifat apa saja. Laki-laki boleh lembut. Perempuan boleh kuat dan berani.
3. Apa itu Kekerasan Berbasis Gender?
Kekerasan Berbasis Gender (disingkat KBG) adalah kekerasan yang terjadi karena seseorang laki-laki, perempuan, atau punya gender tertentu.
Kekerasan ini sering dialami oleh perempuan. Tetapi laki-laki, dan teman-teman disabilitas juga bisa mengalaminya.
Bentuk-bentuk KBG:
- Kekerasan fisik — menyakiti tubuh, seperti memukul
- Kekerasan seksual — memaksa dalam hal seksual
- Kekerasan psikis — menyakiti perasaan, seperti menghina terus-menerus
- Kekerasan ekonomi — melarang atau menghalangi seseorang bekerja dan memiliki uang sendiri
Teman-teman Disabilitas Juga Mengalami Kekerasan
A R K bersama Pusat Penelitian HIV Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta pernah bertanya kepada 422 teman disabilitas di 8 kota di Indonesia. Salah satu pertanyaannya adalah, apakah mereka pernah dipaksa berhubungan seks.
10 dari 100
teman disabilitas pernah dipaksa berhubungan seks
Angka ini berbeda-beda untuk setiap ragam disabilitas:

- Teman-teman Tuli paling banyak mengalami pemaksaan ini. Hampir dari setiap 3 orang Tuli, 1 orang pernah mengalaminya.
- Sebagian besar (8 dari 10 kejadian) dilakukan oleh orang yang dikenal oleh korban. Lebih dari separuh pelaku berusia lebih tua dari korban.
Sumber: Asesmen Pengetahuan dan Pemahaman terkait HIV pada Penyandang Disabilitas di 8 Wilayah, Yayasan Amerta Reksa Kayana (A R K) & PPH Unika Atma Jaya, didukung UNAIDS Indonesia (Maret 2024).
Unduh dokumennya di sini.
Kamu Tidak Sendirian

Jika kamu, atau temanmu, pernah mengalami kekerasan — itu bukan salahmu.
Ceritakan kepada orang yang kamu percaya. Bisa keluarga, guru, pendamping, atau petugas di organisasi disabilitas dekat rumahmu.
Yayasan Amerta Reksa Kayana (A R K) dan mitra-mitra kami siap membantu teman-teman disabilitas untuk merasa aman.







