Perserikatan Bangsa-Bangsa menandatangani perjanjian HAM

Sejarah Hak Asasi Manusia

Artikel ini ditulis dengan bahasa sederhana untuk membantu semua orang memahami sejarah hak asasi manusia. Diterbitkan untuk tujuan edukasi.

Untuk membaca artikel sebelumnya yang berjudul “Hak Asasi Manusia: Milik Semua Bangsa, Bukan Hanya Barat” silahkan klik di sini.


Apa Itu Hak Asasi Manusia?

Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki setiap orang hanya karena ia manusia.

Tidak perlu kaya. Tidak perlu pintar. Tidak perlu sehat. Semua orang punya hak ini.

Hak ini tidak bisa diambil oleh siapapun.

Contoh hak asasi manusia:

  • Hak untuk hidup โ€” tidak boleh ada yang membunuhmu
  • Hak untuk bebas โ€” tidak boleh ada yang memperbudakmu
  • Hak untuk belajar โ€” semua anak berhak bersekolah
  • Hak untuk sehat โ€” semua orang berhak mendapat perawatan dokter
  • Hak untuk diperlakukan sama โ€” siapapun kamu, kamu harus diperlakukan adil
Manusia dan robot berbeda, manusia punya HAM, robot tidak

Dulu, Tidak Semua Orang Punya Hak

Gambar orang menjadi budak tidak punya hak

Dulu sekali, hidup sangat berbeda.

Ada orang yang menjadi budak. Mereka dipaksa bekerja tanpa bayaran. Mereka tidak bebas.

Ada orang yang tidak boleh berbicara. Tidak boleh memilih pemimpin. Tidak boleh pindah rumah sesuka hati.

Hak-hak itu hanya dimiliki oleh orang kaya atau orang berkuasa.

Orang biasa, perempuan, orang miskin, dan penyandang disabilitas sering kali tidak dianggap.


Perlahan-lahan, Dunia Mulai Berubah

Perubahan tidak terjadi dalam semalam. Butuh waktu ribuan tahun.

Berikut beberapa langkah penting dalam sejarah:


๐ŸŸก Tahun 539 Sebelum Masehi โ€” Raja Cyrus dari Persia

Raja Cyrus menaklukkan Kota Babilonia (sekarang Irak).

Ia melakukan sesuatu yang sangat mengejutkan waktu itu:

Ia membebaskan semua budak. Ia berkata semua orang boleh memilih agamanya sendiri.

Semua aturan ini dituliskan di atas sebuah tabung tanah liat yang disebut Silinder Cyrus.

Banyak ahli menyebutnya sebagai dokumen hak asasi manusia pertama di dunia.

(Sumber: United for Human Rights / Youth for Human Rights International)

Sosok Raja Cyrus dari Babylonia

๐ŸŸก Tahun 1215 โ€” Magna Carta di Inggris

Raja Inggris menandatangani dokumen.

Di Inggris, raja dulu bisa berbuat apapun. Tidak ada yang bisa menghentikannya.

Pada tahun 1215, para bangsawan memaksa Raja John untuk menandatangani sebuah surat perjanjian yang disebut Magna Carta.

Isinya: Raja pun harus mengikuti hukum. Tidak boleh sembarangan menangkap orang.

Ini adalah langkah besar. Ini pertama kalinya ada aturan yang membatasi kekuasaan raja.

(Sumber: University of Minnesota Human Rights Library)


๐ŸŸก Tahun 1776 โ€” Amerika Serikat Menyatakan Kemerdekaan

Amerika menyatakan merdeka dari Inggris.

Mereka menulis: “Semua orang diciptakan sama. Semua orang berhak atas kehidupan, kebebasan, dan kebahagiaan.”

Ini ide yang sangat berani untuk zaman itu.

(Sumber: University of Minnesota Human Rights Library)

Amerika menyatakan merdeka dari Inggris.

๐ŸŸก Tahun 1789 โ€” Revolusi di Prancis

Revolusi Perancis.

Rakyat Prancis memberontak melawan raja mereka.

Mereka membuat aturan baru: semua warga negara adalah sama di depan hukum.

Tidak peduli kaya atau miskin.

(Sumber: University of Minnesota Human Rights Library)


๐Ÿ”ด Tahun 1939โ€“1945 โ€” Perang Dunia Kedua: Masa Paling Gelap

Ini adalah masa yang sangat menyedihkan dalam sejarah manusia.

Terjadi Perang Dunia Kedua. Jutaan orang dibunuh.

Pemerintah Nazi Jerman membunuh lebih dari 6 juta orang Yahudi. Mereka juga membunuh orang Roma, orang dengan disabilitas, dan banyak lainnya โ€” hanya karena mereka dianggap “berbeda.”

Dunia sangat terkejut dan sangat sedih.

Orang-orang di seluruh dunia berkata: “Ini tidak boleh terjadi lagi.”

(Sumber: CoESPU โ€“ Center of Excellence for Stability Police Units)

Suasana Perang Dunia Kedua.

๐ŸŸข Tahun 1948 โ€” Lahirnya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia

Perserikatan Bangsa-Bangsa menandatangani dokumen HAM.

Setelah perang selesai, negara-negara di dunia berkumpul dan mendirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mereka bersama-sama menulis sebuah dokumen penting.

Dokumen itu disebut: Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, atau disingkat DUHAM.

Dokumen ini disahkan pada tanggal 10 Desember 1948 di Paris, Prancis.

Kalimat pertamanya berbunyi:

“Semua manusia dilahirkan bebas dan setara dalam martabat dan hak-haknya.”

DUHAM berisi 30 hak yang dimiliki setiap manusia di seluruh dunia.

Dokumen ini adalah yang pertama kalinya negara-negara di dunia bersepakat: semua orang โ€” siapapun mereka โ€” punya hak yang sama.

(Sumber: OHCHR โ€“ Kantor PBB untuk Hak Asasi Manusia; Amnesty International)


Apa yang Terjadi Setelah Tahun 1948?

Dunia terus belajar dan berkembang.

PBB terus membuat aturan-aturan baru untuk melindungi orang-orang yang sering dilupakan, termasuk:

  • Penyandang disabilitas โ€” dilindungi oleh Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD) tahun 2006
  • Anak-anak โ€” dilindungi oleh Konvensi Hak Anak (CRC) tahun 1989
  • Perempuan โ€” dilindungi oleh Konvensi CEDAW tahun 1979

(Sumber: OHCHR โ€“ Kantor PBB untuk Hak Asasi Manusia)


Mengapa Ini Penting Bagi Kita?

Karena kamu juga punya hak-hak ini.

Tidak peduli apakah kamu punya disabilitas atau tidak. Tidak peduli kamu kaya atau miskin. Tidak peduli kamu laki-laki atau perempuan.

Hak-hakmu tidak bisa diambil oleh siapapun.

Dan jika hak-hakmu dilanggar, kamu berhak untuk meminta keadilan.


Sumber Informasi:

  1. OHCHR (Kantor PBB untuk Hak Asasi Manusia). Brief History of UN Human Rights. ohchr.org
  2. United Nations. History of the Declaration โ€“ UDHR. un.org
  3. Amnesty International. Universal Declaration of Human Rights. amnesty.org
  4. University of Minnesota Human Rights Library. A Short History of Human Rights. hrlibrary.umn.edu
  5. Youth for Human Rights International. Background: History of Human Rights. youthforhumanrights.org
  6. CoESPU. Human Rights Evolution, A Brief History. coespu.org

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *